Jumat, 15 Juni 2012

Jadwal EURO 2012

 

Babak Penyisihan Grup


Grup A: Polandia, Yunani, Republik Ceska, dan Rusia

Grup A seakan menjadi medan yang empuk bagi Republik Ceska dan Rusia. Namun, Yunani yang berpredikat sebagai juara Euro 2004 berpotensi untuk tampil mengejutkan. Demikian pula tuan rumah Polandia.

No     Tanggal                                        Laga                                    Jam
1     Jumat, 08 Juni 2012                  Polandia vs Yunani        23.00 WIB
2     Sabtu, 09 Juni 2012                   Rusia vs Rep.Ceko           01.45 WIB
3     Selasa, 12 Juni 2012                  Yunani vs Rep.Ceko        23.00 WIB
4     Rabu, 13 Juni 2012                    Polandia vs Rusia              01.45 WIB
5     Minggu, 17 Juni 2012               Rep.Ceko vs Polandia     01.45 WIB
6     Minggu, 17 Juni 2012               Yunani vs Rusia               01.45 WIB


Grup B: Belanda, Denmark, Jerman, dan Portugal
Belanda, Jerman, dan Portugal harus saling bunuh di laga yang terlalu awal. Jerman yang terakhir kali memetik gelar Euro 1996 di Inggris, terus mencari trofi bagi generasi emas mereka. Portugal yang memiliki pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo juga memiliki kans. Belanda sendiri akan berusaha mengobati kekecewaan mereka di Piala Dunia 2010 lalu ketika dihukum Spanyol di partai puncak.

No     Tanggal                                     Laga                                        Jam
1     Sabtu, 09 Juni 2012         Belanda vs Denmark              23.00 WIB
2     Minggu, 10 Juni 2012     Jerman vs Portugal                01.45 WIB
3     Rabu, 13 Juni 2012          Denmark vs Portugal             23.00 WIB
4     Kamis, 14 Juni 2012        Belanda vs Jerman                 01.45 WIB
5     Senin, 18 Juni 2012         Portugal vs Belanda                01.45 WIB
6     Senin, 18 Juni 2012         Denmark vs Jerman               01.45 WIB

Senin, 11 Juni 2012

Visualitation Project

Visualization Project of “Tahlilan Tradisi atau Syariat?” written by Abu Faiq Fashihul Umam  


Who doesn’t know ’tahlilan‘? Almost all the Muslims know this one religious activity, primarily death of the ”tahlilan” . Starting from ‘tahlilan’ 3, 7,40, 100, or 1000 days of someone’s death. Sometimes too indiscriminately, anyone could be ’ditahlili‘. Either that goes to mosque diligently or shirker . The problem, whether it was prescribed tahlilan? Did Prophet Muhammad taught it? If admitted Shafi, Imam Shafi’i is also teached tahlilan, isn’t it? Or, just follow the tradition of animism-dynamism from ancestor? In fact,did following the tradition of infidels? How SunanKalijaga story related to it?  

Some words on the cover of a book written on ”Tahlilan Tradisi atau Syariat?” by Abu Faiq Fashihul Umam (pen name of Mr. AgusPurwadi, lecturer at the Faculty of Islamic Religion, UMM). The book that explores the phenomenon of a hereditary tradition that seems to be a part of Islamic Shari’a shall we read, especially for us who yearn for the enlightenment of science. There explained all the phenomena associated with tahlilan, ranging from the history tahlilan, the Dutch role in kept tahlilan tradition, ImamShafi’i madhhab view of the problem tahililan even presented a critical review of the literature that is read on the tahlilan activities.

Unfortunately not everyone has the opportunity to obtain such valuable information in this book. So we have the idea of visualization this book. And thank to Mr. Agus Purwadi-as-writer expressed a willingness to give opportunity to the Caliph Study Club in visualizing the work of his pen.

 Current production kitchen Caliph Study Club is collecting data and sources that support the content of the book.In short time we hope this project may proceed smoothly and quickly publicized.

related with http://monatalina.wordpress.com/new-project-2/

Senin, 15 November 2010

50 Universitas Terbaik di Indonesia



1* 562** Universitas Gadjah Mada (UGM)

2* 661** Institut Teknologi Bandung (ITB)

3* 815** Universitas Indonesia (UI)

4* 854** Universitas Kristen Petra (PETRA)

5* 1025** Universitas Gunadarma (UG)

6* 1256** Universitas Negeri Malang (UM)

7* 1315** Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

8* 1585** Universitas Sebelas Maret (UNS)

9* 1628** Universitas Airlangga (UNAIR)

10* 2026** Universitas Brawijaya (UNBRA)

11* 2059** Universitas Diponegoro (UNDIP)

12* 2162** Universitas Pertanian Bogor (IPB)

13* 2236** Universitas Padjadjaran (UNPAD)

14* 2298** Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

15* 2337** Universitas Sriwijaya (UNSRI)

16* 2422** Universitas Islam Indonesia (UII)

17* 2471** Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

18* 2616** Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK AMIKOM)

19* 2692** Universitas Lampung (UNILA)

20* 2704** Institut Teknologi Telkom (IT TELKOM)

21* 3135** Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

22* 3157** Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

23* 3223** Universitas Hasanuddin (UNHAS)

24* 3302** Universitas Mercu Buana (UMB)

25* 3307** Universitas Sumatera Utara (USU)

26* 3473** Universitas Jember (UNEJ)

27* 3481** Universitas Udayana (UNUD)

28* 3620** Universitas Bina Nusantara (BINUS)

29* 3724** Universitas Negeri Semarang (UNNES)

30* 3926** Universitas Surabaya (UBAYA)

31* 4163** Universitas Budi Luhur (BL)

32* 4613** Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UNIKA ATMA JAYA)

33* 4660** Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR)

34* 4667** Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

35* 4729** Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

36* 4803** Universitas Sanata Dharma (USD)

37* 4816** Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW)

38* 4878** Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

39* 5275** Universitas Kristen Maranatha (MARANATHA)

40* 5496** Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)

41* 5768** Universitas Trisakti (TRISAKTI)

42* 5955** Universitas Riau Beranda (UNRI)

43* 6076** Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

44* 6193** Universitas Tarumanagara (UNTAR)

45* 6385** Universitas Dian Nuswantoro (DINUS)

46* 6405** Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

47* 6412** Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)

48* 6486** Institut Sains dan Teknologi Akprind (AKPRIND)

49* 6696** Universitas Terbuka (UT)

50* 6697** Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Keterangan:

*Ranking di Indonesia **Ranking di dunia

* A = Naik peringkat dunia

* A = Turun peringkat dunia

* A = Pendatang baru dalam daftar dunia

* Universitas Paramadina keluar dalam daftar dunia

Webometrics Pemeringkatan Universitas di Dunia berawal dari sebuah inisiatif dari Cybermetrics Lab, sebuah kelompok riset milik Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), penelitian publik terbesar di Spanyol.

Dewan Riset Spanyol CSIC adalah bagian utama di antara organisasi penelitian dasar pertama di Eropa. CSIC berdiri pada tahun 2006 dari 126 pusat-pusat dan lembaga-lembaga di seluruh Spanyol.

CSIC melekat pada Departemen Pendidikan dan tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan penelitian ilmiah untuk meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat negara yang akan memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara.

CSIC juga berperan penting dalam pembentukan peneliti dan teknisi baru dalam berbagai aspek dari ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=313137592&posted=1#post313137592

Merawat Otak


Otak adalah organ tubuh yang paling vital dan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Jika manusia diibaratkan sebuah komputer, otak adalah prosesornya. Tapi tanpa disadari, setiap harinya otak bisa mengalami kerusakan dari kebiasaan hidup sehari-hari.

Seperti dilansir Calorielab, otak manusia terdiri lebih dari 100 miliar saraf yang masing-masing terkait dengan 10 ribu saraf lain. Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem saraf pusat.

Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Otak adalah penyalur energi terbesar bagi tubuh. Meski ukuran otak hanya sebesar 2 persen dari keseluruhan berat badan manusia, tapi seluruh kegiatan tubuh dikontrol olehnya. Artinya jika berat badan seseorang 60 kg, maka berat otaknya sekitar 1,2 kg. Hampir 75 persen otak manusia terdiri atas air.

Hanya sekitar 10% fungsi otak yang difungsikan oleh manusia, dengan demikian seharusnya masih banyak potensi otak yang belum diolah oleh manusia. Apalagi kekuatan kompetensi otak adalah sekitar 1013 – 1016 operasi per detik.

Untuk itulah otak perlu dijaga dan dirawat, jika tidak penyakit-penyakit yang merusak otak pun bisa terjadi. Seperti dikutip dari Healthmad, Kamis (11/2/2010), berikut ini 10 kebiasaan sepele yang menyebabkan otak menjadi rusak, yaitu :

1. Tidak sarapan
Mereka yang tidak sarapan akan memiliki kadar gula darah yang rendah. Hal ini akan memicu ketidakcukupan nutrisi pada otak padahal otak butuh nutrisi yang cukup untuk tetap bisa bekerja. Akibat kurang suplai nutrisi terutama glukosa, akhirnya kemampuan otak akan cepat menurun.

2. Makan berlebihan
Sikap yang terlalu berlebihan bisa mengeraskan pembuluh darah di otak yang akhirnya dapat menurunkan kekuatan mental.

3. Merokok
Semua orang tahu merokok itu tidak baik untuk kesehatan dan ada banyak dampak buruk yang dihasilkan bagi organ tubuh jika merokok. Khusus untuk organ otak, merokok bisa menyebabkan otak menyusut dan memicu penyakit pikun atau Alzheimer. Sel-sel saraf akan menyusut pada bagian hippocampus dan korteks depan yang berfungsi menyimpan ingatan.

4. Konsumsi gula berlebih
Terlalu banyak mengonsumsi gula akan mengganggu proses penyerapan protein dan nutrisi sehingga tubuh akan mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) dan akhirnya mengganggu perkembangan otak.

5. Polusi udara
Otak adalah organ yang mengonsumsi oksigen paling banyak dari tubuh. Menghirup udara yang penuh polusi akan mengurangi suplai oksigen ke otak dan akhirnya mengurangi efisiensi otak dalam bekerja.

6. Kurang tidur
Tidur akan membuat otak berisitirahat. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama sama saja dengan membunuh sel otak perlahan-lahan karena otak terus dipaksa untuk tetap menyala padahal otak juga butuh istirahat.

7. Menutup kepala saat tidur
Tidur dengan kepala ditutup bantal misalnya, akan meningkatkan konsentrasi karbondioksida ke otak. Saat bernafas dengan kepala tertutup, karbondioksida hasil bernafas akan masuk kembali ke dalam tubuh dan hal itu sangat berbahaya.

8. Tetap bekerja dalam keadaan sakit
Memaksakan diri untuk bekerja atau belajar dalam kondisi sakit sangat tidak baik untuk otak dan akan merusak sel-sel otak.

9. Jarang berbicara
Percakapan akan membantu seseorang untuk terus mengaktifkan sel-sel otaknya, apalagi percakapan yang berbau intelektual. Orang yang jarang berbicara akan membiarkan sel-sel otaknya mati perlahan-lahan karena tidak pernah mengaktifkannya.

10. Jarang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara paling baik untuk melatih otak. Kurang menstimulasi otak dengan berbagai hal akan menyebabkan otak menyusut. Sel-sel otak akan mati karena tidak ada sesuatu yang membuat otak berkembang.

Penyakit yang berhubungan dengan otak antara lain ketidak mampuan berkomunikasi (Asperger syndrome), trauma atau kerusakan batang otak (traumatic brain injury), keterbelakangan mental (Down syndrome), epilepsi, autisme, ganguan kejiwaan (psychiatric disorders), penyakit disorientasi otak (Alzheimer), kelainan otak kronis yang mengganggu pergerakan (Parkinson), kelumpuhan (Paralyses), kerusakan atau kematian sebagian otak (partial brain degenerative disorder), Szhizoprenia dan lainnya.

Pengobatan yang biasa diterapkan untuk penyakit-penyakit otak adalah menggunakan obat-obatan dan terapi psikis. Tapi kini peneliti dan para ilmuwan sedang giat mengembangkan teknik pengobatan terapi gen dan stem cell yang diyakini dapat memperbaiki neuron atau bagian otak yang telah rusak atau mati.

Selain itu, pengembangan virus tertentu yang telah dimodifikasi secara molekular juga menjadi alternatif baru yang sedang duji peneliti. Virus yang telah dilemahkan ini kemudian diinjeksi ke pasien dan selanjutnya akan bermanfaat memperbaiki sistem saraf yang rusak. (detikhealth.com)

sumber : suaramedia

Sabtu, 06 November 2010

Sejarah Nama Indonesia


Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA, BI: "Jurnal Kepulauan Hindia dan Asia Timur")), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations ("Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia"). Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia ("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau"). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris):
"... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia"".

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (sebutan Srilanka saat itu) dan Maldives (sebutan asing untuk Kepulauan Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago ("Etnologi dari Kepulauan Hindia"). Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah Indian Archipelago ("Kepulauan Hindia") terlalu panjang dan membingungkan. Logan kemudian memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. [1]

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):
"Mr Earl menyarankan istilah etnografi "Indunesian", tetapi menolaknya dan mendukung "Malayunesian". Saya lebih suka istilah geografis murni "Indonesia", yang hanya sinonim yang lebih pendek untuk Pulau-pulau Hindia atau Kepulauan Hindia"

Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. [1]

Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel ("Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu") sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara di kepulauan itu pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indië tahun 1918. Pada kenyataannya, Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.

Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesiër ("orang Indonesia").
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_nama_Indonesia

Senin, 11 Oktober 2010

Berbagi yuk

Selamat datang di blok BERBAGI YUK



Blog ini sengaja dibuat sebagai media untuk berbagi ilmu (apa saja selama itu bermanfaat) dan blog ini juga dengan senang hati menerima pengetahuan dari teman-teman. Yuk berbagi. Terima kasih
Welcome Myspace Comments